Pertanyaan :
Bagaimana
hukumnya jika seorang wanita atau laki2 mengaku bahwa jatuh cinta kepada orang
tersebut?
jawaban
dari Abu Achmed Abdillah Al-Atsary insya Allah membawa kebaikan bagi kita yang
mungkin ada yang belum paham. Wallahu a’lam.
Pertama, hubungan
cinta kepada kepada non mahram secara umum adalah terlarang, tidak boleh
seseorang itu menjalin cinta tanpa ada ikatan yang murni dan suci yaitu
pernikahan. Kalau kita istilahkan bercinta sebelum menikah adalah pacaran, maka
berarti dia telah menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan dan
menghinakan, padahal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri
hal-hal tersebut. Karena dalam pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan
pelanggaran syari’at.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:
“Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.”(Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma).
“Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.”(Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma).
Dan
para ulama kita telah mejelaskan bahwa bercinta sebelum menikah adalah
menghampiri zina dan hukumnya adalah HARAM.
Dari
Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa
Beliau bersabda: “Telah ditulis atas anak adam nashibnya (bagiannya)
dari zina, maka dia pasti menemuinya, zina kedua matanya adalah memandang, zina
kakinya adalah melangkah, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan, dan
dibenarkan yang demikian oleh farjinya atau didustakan.” (HR. Bukhari,
Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i).
Apa
maksud hadits ini?
Bahwa hati bisa berzina dengan merindui, mengingati dan membayangi wanita yang dicintainya, kemudian di ikuti pula oleh farjinya (kemaluannya) yang membenarkannya.
Bahwa hati bisa berzina dengan merindui, mengingati dan membayangi wanita yang dicintainya, kemudian di ikuti pula oleh farjinya (kemaluannya) yang membenarkannya.
NB:
Bercinta disini maksudnya buka berhubungan seks, tapi maksudnya adalah
mencintai lawan jenis diluar nikah.
Kedua,
cinta karena Allah…
Dalam
hadist yang diriwayatkan dari Anas bin Malik dikisahkan.
Ada
seorang sahabat yang berdiri disamping Rasulullah shallalahu alaihi wasallam,
lalu seorang sahabat lain lewat dihadapan keduanya. Orang yang berada disamping
Rasulullah itu tiba-tiba berkata “Ya Rasulullah, aku mencintai Dia.“
“Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?“, tanya Nabi.
“belum” jawab orang itu.
Rasulullah shallalahu alaihi wasallam berkata, “Nah, kabarkanlah kepadanya!“.
Kemudian orang itu segera berkata kepada sahabatnya. “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.“
Dengan serta merta orang itu menjawab, Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya“. (HR. Abu dawud)
“Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?“, tanya Nabi.
“belum” jawab orang itu.
Rasulullah shallalahu alaihi wasallam berkata, “Nah, kabarkanlah kepadanya!“.
Kemudian orang itu segera berkata kepada sahabatnya. “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.“
Dengan serta merta orang itu menjawab, Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya“. (HR. Abu dawud)
Dalam
hadits lain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “apabila
seorang muslim mencintai saudaranya (karena Allah) hendaklah dia memberitahukan
(kepadanya)“ (HR. Abu dawud dan Tarmidzi). Maksudnya adalah Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasalam sering menganjurkan para sahabatnya untuk
menyatakan rasa kasih sayang terhadap sahabat lainnya.
Dari
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “tidaklah
termasuk beriman seseorang diantara kamu sehingga mencintai saudaranya
sebagaimana is mencintai dirinya sendiri.” ( HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan
Nasa’i)
Dari
keterangan diatas disimpulkan bahwa seseorang boleh mencintai saudaranya dengan
syarat karena Allah ta’ala, perwujudan cinta karena Allah antara lain:
Mendoakan
dan meminta doa dari saudaranya . Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
“Barang siapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Allah mengabulkan; dan bagimu semoga mendapat yang sepadan.” (HR. Muslim).
“Barang siapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Allah mengabulkan; dan bagimu semoga mendapat yang sepadan.” (HR. Muslim).
Mengunjungi
orang yang dicintai, duduk bersamanya, saling menjalin persaudaraan, dan saling
memberi karena Allah, setelah mencintai-Nya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda:a
Sesungguhnya
ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di kota lain. Kemudian Allah
memerintahkan malaikat untuk mengikutinya. Ketika malaikat sampai kepadanya, ia
berkata, “Hendak ke mana engkau?” Orang itu berkata, “Aku akan mengunjungi
saudaraku di kota ini.” Malaikat berkata, “Apakah ada hartamu yang dikelola
olehnya?” Ia berkata, “Tidak ada, hanya saja aku mencintainya karena Allah.”
Malaikat itu berkata, “Sesunggunya aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku
diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu
sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.” (HR. Muslim)
Berusaha
membantu kebutuhan saudaranya dan bersungguh-sungguh menghilangkan
kesusahannya, memberikan dan menerima hadiah saudaranya serta membalasnya.
Demikian perwujudan rasa cinta kepada saudaranya karena Allah.
Kalau
ada yang mengaku jatuh cinta kepada lawan jenis yang bukan mahram dengan dalih
cinta karena Allah, maka dilihat orang itu apakah dia datang dengan maksud
untuk melamarnya atau tidak? Kalau hanya sekedar ungkapan sementara dia tidak
kunjung datang kerumah untuk melamarnya maka hal ini tidak diperbolehkan,
berarti dia telah berdusta dalam hatinya. Kalau
dia berdalih mencintainya karena Allah, hendaknya dia mewujudkannya dengan
datang dan melamarnya. Bagi akhwat yang mendapat pengakuan ikhwan yang
mencintainya sedangkan ikhwan itu tidak kunjung datang melamarnya hendaklah
berhati-hati darinya, jauhilah ikhwan tersebut, sesungguhnya dia buka laki-laki
yang baik, hatinya telah berzina dan diliputi oleh nafsu syahwat, wallahu
Ta’ala a’lam…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar